Pencapaian kinerja pengurangan sampah akan semakin baik, apabila ditunjukkan dengan semakin tingginya realisasi. Sedangkan pencapaian kinerja penanganan sampah akan semakin baik, jika ditunjukkan dengan semakin rendahnya realisasi. Pengurangan sampah di wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar selama Tahun 2020 sebesar 549,31 ton/tahun, dibandingkan dengan timbulan sampah atau produksi sampah sebesar 42.180,69 ton/tahun maka capaian kinerjanya sebesar 1,30 %. Sedangkan Penanganan sampah di wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar selama Tahun 2020 sebesar 5.449,95 ton/tahun, dibandingkan dengan timbulan sampah atau produksi sampah sebesar 42.180,69 ton/tahun maka capaian kinerjanya sebesar 12,92 %.

Jika dibandingkan volume sampah yang dikelola 5.999,26 ton/tahun dengan timbulan sampah 42.180,69 ton/tahun, dapat disimpulkan bahwa timbulan sampah yang terkelola Tahun 2020 hanya 14,22 % dan masih banyak volume sampah yang tidak terkelola atau tidak tersentuh dengan prinsip 3R dan bahkan terbuangke lingkungan sekitar sebesar 36.181,43 ton/tahun atau sebesar 85,78 %. Sedangkan kinerja pengelolaan persampahan ditentukan dengan banyaknya sampah yang terkelola, baik dengan pengurangan di sumber (bank sampah dan masyarakat) maupun penanganan sistem kota. Pengurangan sampah di sumber (bank sampah dan masyarakat) ditentukan oleh pembatasan timbulan sampah, jumlah sampah yang termanfaatkan di sumber sampah dan jumlah sampah yang didaur ulang di sumber. Pengurangan ini didukung dengan kegiatan yang bisa menambah keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah sesuai prinsip 3R (menggunakan kembali, mengurangi dan mendaur ulang).

Penanganan sistem kota dengan sampah terolah menjadi bahan baku dan termanfatkan menjadi sumber energi dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), baik sampah non organik, sampah organik, maupun sampah kertas ataupun botol, dan sejenisnya. Sampah yang tertangani merupakan sampah yang berasal dari sampah rumah tangga, rumah makan, pertokoan, perkantoran, fasilitas umum, dan lain-lain kemudian dipilah antara sampah yang bisa diolah dengan mendaur ulang serta sampah yang ditimbun di tempat pembuangan akhir (TPA). Kebutuhan sampah atau produksi sampah atau timbulan sampah berdasarkan standar SK. SNI S-04-1991-03 untuk kota kecil di Indonesia adalah antara 2,50 - 2,75 liter/orang/hari. Sehingga timbulan sampah Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2020 sebesar 350,9 m3/hari atau 115,56 ton/hari atau 42.180,69 ton/tahun. Adapun sampah yang dikelola terdiri dari pengurangan di sumber (bank sampah dan masyarakat) dan penanganan sistem kota. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.3.16: Timbulan Sampah Masyarakat Tahun 2020

Data Jumlah Penduduk: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

Kecamatan Jumlah Penduduk (orang) Timbulan Sampah Ket.
(liter/hari) (m3/hari) (Ton/hari) (Ton/Tahun)
(1) (2) (3=(2)x2,5) (4=(3)/1000) (5=(4)*0,33) (6=(5)*365) (7)
Benteng 24.842 62.105,00 62,11 20,49 7.480,55 1.000 Ltr = 1 m3 0,33 ton 1 tahun = 365 hari
Bontoharu 14.794 36.985,00 36,99 12,21 4.454,84
Bontomatene 13.702 34.255,00 34,26 11,30 4.126,01
Bontomanai 14.078 35.195,00 35,20 11,61 4.4239,24
Bontosikuyu 15.762 39.405,00 39,41 13,00 4.746,33
Buki 6.933 17.332,50 22,44 7,41 2.703,20
Pasimasunggu 8.977 22.442,50 22,44 7,41 2.703,20
Pasimarannu 10.804 27.010,00 27,01 8,91 3.253,35
Taka Bonerate 13.880 34.700,00 34,70 11,45 4.179,62
Pasilambena 8.268 20.670,00 20,67 6,82 2.489,70
Pasimasunggu Timur 8.037 20.670,00 20,67 6,82 2.420,14
Total 140.077 350.192,5 350,19 115,56 42.180,69

Salah satu usaha untuk mengurangi sampah yang ada, dilakukan pengelolaan sampah (daur ulang) yang dapat bernilai ekonomi. Pengolahan sampah dengan daur ulang, terdiri dari kompos dan produk daur ulang (souvenir, miniatur kendaraan, gantungan kunci, replika kembang, pot bunga, tas, sandal rumah, keranjang, gantungan pakaian dalam, gantungan sepatu, gantungan sabun, boneka, tempat pensil, dompet, dan lain-lain) yang dilakukan oleh petugas TPST dan peserta kelompok recycle yang telah terbentuk. Peningkatan partisipasi masyarakat, usaha dan kegiatan dilakukan dengan mengadakan pelatihan produksi ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah bekas, pembuatan kompos, dan pengawasan limbah B3 secara periodik. Secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.3.17: Pengurangan Sampah Dari Sumbernya Tahun 2020
Mitra Lingkungan Alamat Volume (Kg) Volume (Ton) Keterangan
BS Tanadoang Kel. Benteng Utara 45.470 45,47 Plastik/Kertas/Kardus
BS Pujasera Desa Bungaiya 52.810 52,81 Biji Plastik
P. Muhammad Ilyas Dusun Patori 24.680 24,68 Biji Plastik
P. Faisal Jl. Abd. Kadir Kasim 11.100 11,10 Plastik Gelondongan
P. Abd. Rahman Kel. Benteng Utara 9.860 9,86 Besi
P. Kasuri Jl. Ahmad Yani 14.800 14,80 Plastik/Besi
P. Edi Jl. Ahmad Yani 33.200 33,20 Besi
BS Samaturu Jl. Siswomiharjo 181.130 181,13 Kardus
Hj. Dg. Tabaji Jl. Rauf Rahman 23.140 23,14 Kardus
P. Mas Ulil Jl. Metro 16.280 16,28 Plastik Gelondongan
P. Hadi Jl. Pahawan 8.000 8,00 Daur Ulang/Kompos
Porecy Rosa Kel. Benteng Utara 3.290 3,29 Daur Ulang/Kompos
P. Andi Najwa Intan Jl. Pierre Tendean 2.800 2,80 Kardus
P. Sanusi Desa Kaburu 120.000 120,00 Plastik Gelondongan
P. TPA Desa Kaburu 1.250 1,25 Plastik Gelondongan
P. Mas Narto Desa Kalepadang 1.500 1,50 Plastik Gelondongan
Total 549.310 549,31

Penanganan sampah di Kabupaten Kepulauan Selayar masih sangat terbatas dikarenakan kurangnya sarana dan prasarana pelayanan persampahan. Selain itu, wilayah Kepulauan Selayar yang dikelilingi laut menyebabkan banyaknya sampah kiriman setiap musim barat dan musim timur. Sumber daya manusia petugas persampahan juga masih terbatas dan budaya bersih belum menjadi trend bagi warga.